Pasar Lelang Komoditi Agro periode ke-3 Tahun 2017

Kegiatan Pasar Lelang yang dilaksanakan pada Kamis, 13 April 2017 bertempat di Hotel Sahid Kawanua dibuka oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ir. Hanny Wajong, M.Si dan dihadiri Pelaku usaha penjual dan pembeli, Perbankan, Instansi Pembina UMKM.

  • Kegiatan Pasar Lelang dilaksanakan untuk memperpendek mata rantai perdagangan dimana penjual dan pembeli dipertemukan secara langsung dengan mekanisme pembentukan harga yang transparan, sehingga penjual maupun pembeli dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.
  • Pasar lelang periode yang ke 3 ditahun 2017 berhasil membukukan transaksi senilai Rp. 8.504.500.000,-

Berikut adalah transaksi yang terjadi di Pasar Lelang Periode yang ke-3 :

No.

Komoditi

Nilai Transaksi

1

Jagung Hibrida7.500.000.000

2

Arang tempurung1.000.000.000

3

Gula Merah Aren

4.500.000

Total Transaksi

8.504.500.000

 

  • Kedepannya diharapkan para pelaku usaha IKM dapat meningkatkan kualitas produk terlebih dari sisi kemasan yang baik agar dapat diterima oleh pasar.

Rapat Koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi

Pada hari Kamis, tanggal 06 April 2017, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Sulut menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan kasus hukum di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) dengan Aparat Penegak Hukum (Apgakum) yang berada di wilayah Manado, Prov. Sulawesi Utara yang berjumlah 50 peserta, terdiri dari (Polda Sulut, Polresta, Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Tinggi, Pengadilan Negeri, Kantor OJK, Kanwil Imigrasi, Dinas Kominfo, Dinas Perindag dan Civitas Akademika), dan Rapat tersebut di pimpin oleh : Kepala Badan Pengawas Berjangka Komoditi Kemeterian Perdagangan RI, Bapak Bachrul Chairi, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Bapak Edwin Silangen, SE, MS, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Ibu Ir. Jenny Karouw, M.Si, Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik, Bapak Pantas Lumban Batu, SE, MM, Kepala Biro Peraturan Perundang-Undangan dan Penindakan, Ibu Sri Hariyati, SH, MM.

Rakor tersebut dalam rangka meningkatkan Sinergitas penanganan kasus hukum bidang Perdagangan Berjangka Komoditi baik yang legal maupun illegal. Bahwa saat ini, hampir diseluruh wilayah di Indonesia marak diselenggarakannya kegiatan Perdagangan Berjangka tanpa memiliki izin dari Bappebti, yang antara lain dilakukan oleh Pihak yang melakukan kegiatan layaknya Pialang Berjangka namun tidak memiliki izin, dan kegiatan seminar atau workshop Perdagangan Berjangka atau yang lebih dikenal dengan Forex diberbagai hotel berbintang yang penyelenggaraannya tidak memiliki izin dari Bappebti. Seminar atau workshop tersebut diduga telah melanggar Pasal 49 ayat (1a) jo. Pasal 73D ayat (1) Undang-Undang No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi sebagaimana diubah oleh Undang-Undang No. 10 Tahun 2011 (UU No. 10 Tahun 2011) dengan ancaman pidana 5-10 tahun dan/atau denda Rp 10-20 Milyar yang berpotensi menjadi sarana pengrekrutan masyarakat untuk menjadi nasabah dan selanjutnya berinvestasi di FOREX DAN GOLD.

Tujuan Rakor tersebut guna menyusun langkah-langkah kongkrit penanganan kasus atas pelanggaran ketentuan di bidang Perdagangan Berjangka yang tidak memiliki izin maupun yang memiliki izin dari Bappebti. Selain itu, Rapat Koordinasi sekaligus membangun koordinasi dengan Korwas PPNS Polri dan Kejaksaan dalam sistem peradilan pidana terpadu demi terwujudnya sinkronisasi dalam penegakan hukum.

Bappebti telah melakukan langkah-langkah preventif dalam menanggulangi kegiatan ilegal dibidang Perdagangan Berjangka, Bappebti berkerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), pada tahun 2016 – 2017 telah melakukan pemblokiran terhadap 81 (delapan puluh satu) website bermuatan Perdagangan Berjangka yang tidak memiliki perizinan dari Bappebti (ilegal dan menyesatkan), Bappebti juga telah melakukan penghentian kegiatan Pialang Berjangka tanpa memiliki izin sebanyak 21 (dua puluh satu) kali, serta penghentian kegiatan seminar atau workshop secara gratis yang disponsori oleh broker luar negeri maupun dalam negeri yang tidak memiliki izin dari Bappebti.

Bappebti berharap kepada masyarakat Indonesia agar berhati-hati dalam mengikuti kegiatan yang berkedok pelatihan atau seminar atau workshop forex secara gratis yang pada akhirnya ditawarkan untuk menjadi nasabah dan selanjutnya melakukan transaksi forex dengan iming-iming pasti untung dan fixed income, padahal transaksi ini dikenal dengan investasi “high risk high return” dan penuh resiko,  diharapkan masyarakat agar lebih jeli dan teliti apabila mau berinvestasi agar memilih perusahan pialang yang telah memiliki izin dari otoritas yang berwenang.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 67 perusahaan Pialang Berjangka, 2 Bursa Berjangka, dan 2 Kliring Berjangka yang telah memperoleh izin usaha dari Bappebti, serta 1 asosiasi yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti. Kami menghimbau kepada masyarakat yang ingin berinvestasi di perusahaan yang terdaftar di Bappebti, hendaknya tetap menjadi investor yang cerdas dengan terlebih dahulu:

  1. Melakukan pengecekan legalitas perusahan Pialang Berjangka (broker) di website (www.bappebti.go.id)
  2. Mengenali jenis investasi yang akan digunakan apakah berisiko atau tidak
  3. Mengecek apakah memiliki rekening terpisah atau tidak untuk penampungan dana Nasabah
  4. Tidak terimingi-imingi janji pasti untung dan penghasilan tetap (fixed income)
  5. Menghubungi Bappebti, bila masih meragukan jangan segan untuk menghubungi otoritas dan tanyakan legalitas.

Pasar Lelang Komoditi Agro periode ke-2 Tahun 2017

Kegiatan Pasar Lelang yang dilaksanakan di Hotel Sahid Manado Kamis, 16 Maret 2017 dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Ir. Jenny Karouw, M.Si dan dihadiri Para Pelaku usaha penjual dan pembeli, Perbankan, Instansi Pembina UMKM

  • Kegiatan Pasar Lelang dilaksanakan untuk memperpendek mata rantai perdagangan dimana penjual dan pembeli dipertemukan secara langsung dengan mekanisme pembentukan harga yang transparan, sehingga penjual maupun pembeli dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.
  • Pasar lelang periode yang ke 2 ditahun 2017 berhasil membukukan transaksi senilai Rp. 6.010.000.000,-

Berikut adalah transaksi yang terjadi di Pasar Lelang Periode yang ke-2

No.

Komoditi

Nilai Transaksi

1

Jagung Hibrida

5,250,000,000

2

Arang tempurung

605,000,000

3

Seledri

3,000,000

4

Buah salak

36,000,000

5

Gula merah aren

72,000,000

6

Gula semut

36,000,000

7

Dodol salak

8,000,000

 

TOTAL

6,010,000,000

Kedepannya diharapkan para pelaku usaha IKM dapat meningkatkan kualitas produk terlebih dari sisi kemasan yang baik agar dapat diterima oleh pasar.

Kegiatan Bimbingan Teknis Good Manufacturing Practices (GMP) bagi Wirausaha Baru IKM

Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Teknis Good Manufacturing Practices (GMP) bagi Wirausaha Baru IKM yaitu tanggal  23 – 24 Maret 2017 bertempat Hotel Quality Manado yang di hadiri oleh para pengusaha IKM Pangan dan yang menjadi narasumber adalah Balai POM Manado, Baristand, Dinas Perindag Daerah Prov. Sulut.

Maksud dan Tujuan

  1. Untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta agar dapat mengetahui cara memproduksi pangan yang baik dan benar agar produk aman untuk dikonsumsi.
  2. Untuk mendorong peserta industri pengolahan pangan agar dalam melakukan proses produksi tidak menggunakan bahan tambahan pangan yang tidak diijinkan yang dapat menganggu kesehatan.
  3. Untuk mendapatkan hasil produk olahan pangan yang bermutu sesuai ketentuan SNI

Hasil yang diharapkan

  1. Tersedianya pengusaha/pengrajin yang handal dalam memproduksi komoditi pangan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
  2. Para pengusaha/pengrajin IKM Pangan akan menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
  3. Konsumen dapat terlindungi dari produk yang tidak bermutu.
  4. Produk yang dihasilkan dapat bersaing dipasaran dalam negeri maupun luar negeri

Rapat Koordinasi Pengarahan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2017 dan Penyusunan Program/Kegiatan Tahun 2018 Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi

Penyelenggaraan Rapat Koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota  se Sulawesi Utara dilaksanakan  selama 3 (tiga) hari tangggal 7  s/d 9 Maret 2017 di The Lagoon Hotel Manado dan dihadiri oleh Kepala Dinas dan Kepala Bidang yang membidangi Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.

Pembicara/Narasumber pada Rapat Koordinasi Pengarahan Pelaksanaan Program Kegiatan Tahun 2016 dan Penyusunan Program/Kegiatan Tahun 2017 yaitu :

  1. Sekretaris Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian RI;
  2. Badan Perencanaan Daerah (BAPPEDA) Sulawesi Utara;
  3. Bank Indonesia;
  4. Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan IKM.

Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam Rapat Koordinasi ini  yaitu :

  1. Mewujudkan sinkronisasi dan sinergi program dan kegiatan pengembangan industri di Sulawesi Utara.
  2. Mewujudkan persamaan persepsi dalam implementasi kebijakan pembinaan dan pengembangan industri Sulawesi Utara.
  3. Membangun kerjasama yang harmonis antara Dinas Perindag Provinsi dan Dinas Perindag Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.
  4. Terwujudnya kesatuan langkah dan tindak dalam melaksanakan program/kegiatan pembinaan dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah.

Hasil yang ingin dicapai pada Rapat Koordinasi ini antara lain :

  1. Tercapainya kesepahaman tentang harmonisasi/sinkronisasi dan pengarahan pelaksanaan program/kegiatan Tahun 2016 dalam pembinaan dan pengembangan IKM di Sulawesi Utara.
  2. Terwujudnya kesamaan pandang terhadap berbagai permasalahan dan tantangan pembangunan IKM di Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.
  3. Terwujudnya Penyusunan Program dan Kegiatan IKM Tahun 2017 antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.
  4. Meningkatkan performance IKM melalui pendekatan kompetensi produk unggulan se Sulawesi Utara.