dagri 2

Stok Langka, Harga Garam Naik

Akibat pasokan yang terbatas, garam di sejumlah daerah di Indonesia mengalami kelangkaan sejak satu bulan terakhir. Banyak pedagang maupun pembeli kesulitan mendapatkan garam. Kalaupun ada, garam kasar maupun garam halus harganya sudah naik hingga 100%.

Belum diketahui persis apa penyebab kelangkaan garam ini. Namun informasi dari beberapa supplier salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca.

Produksi garam lokal sangat bergantung pada cuaca. Walaupun sudah memasuki musim kemarau tapi di beberapa daerah yang menjadi sentra produksi garam masih turun hujan dan membasahi area tambak garam yang dimiliki petani. Hal ini kemudian berdampak pada gagalnya panen atau panen yang tidak sesuai jadwal yang menyebabkan tidak ada atau berkurangnya pasokan garam.

Menindaklanjuti kelangkaan garam ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ir. Hanny Wajong, MSi pada hari Selasa (19/7) melakukan pemantauan di beberapa ritel dan pasar tradisional di Kota Manado.

Dari hasil pemantauan diperoleh beberapa informasi terkait harga garam di tingkat pemasok yang mulai mengalami peningkatan dari Rp. 17.500/5kg menjadi Rp. 24.500/5kg. Kemasan 5kg berisi 20 bungkus garam berukuran 250 gram. Sedangkan harga garam kemasan 4kg (berisi 20 bungkus garam berukuran 200 gram) meningkat dari Rp. 15.500/4kg menjadi Rp. 21.500/4kg. Harga eceran di pasar tradisional juga mengalami kenaikan dari Rp. 4.000/kg sekarang ini dijual Rp. 6.000/kg.

Selanjutnya pemantauan dilakukan ke produsen garam PT. Empat Saudara, diperoleh informasi bahwa kebutuhan garam untuk Sulawesi Utara sebesar 500 ton per bulan dimana bahan baku diperoleh dari PT. Garam yang didatangkan dari luar daerah (pulau Jawa). Informasi lain adalah saat ini PT. Empat Saudara sulit mendapatkan bahan baku, jika ada harganya sudah meningkat sekitar 100%, hal tersebut menyebabkan produk garam PT. Empat Saudara mengalami kenaikan harga yang berdampak pada meningkatnya harga jual di tingkat eceran baik di Manado maupun di Kabupaten/Kota lainnya.

Dalam pendistribusiannya produsen menerapkan pembatasan jumlah pembelian dengan tujuan agar distribusi dapat merata. Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara memintakan kepada produsen agar supaya terus melakukan upaya mendapatkan pasokan bahan baku dari penjual lain sehingga kebutuhan garam di Sulawesi Utara dapat dipenuhi dan tidak mengalami kelangkaan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *