20170821_103818

Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar Berbasis Kelapa dan Turunannya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Minahasa

Kebijakan Pembangunan Industri Indonesia melalui strategi peningkatan daya saing yaiutu untuk merubah keunggulan komprative menjadi keunggulan kompetitive, adalah dengan strategi Klaster, OVOP, Kewirausahaan, Sentra dan lainnya untuk memperoleh manfaat economies of localization. Upaya dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) diarahkan agar menjadi pelaku ekonomi yang makin berbasis iptek dan berdaya saing dengan produk impor, khususnya dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonimian domestik.

Pengembangan IKM secara nyata akan berlangsung terintegrasi dalam modernisasi, agrobisnis dan agroindustri, guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan ahli teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk. Dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonomian domestik.

Dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya Pengolahan Kelapa dilakukan dengan pendekatan kompetensi perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktifitas yang didukung dengan upaya peningkatan adaptasi dan penerapan teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia dengan luas areal + 269.000 ha dan + 95% merupakan perkebunan rakyat. Saat ini hampir + 80% produk kelapa Sulut diproses menjadi kopra asap sedangkan yang sisanya diserap oleh Industri tepung kelapa dan lainnya. Hampir 100% kopra asap diproses menjadi CCO dan dipasarkan keluar negeri. Industri pengolahan kelapa di Sulut masih merupakan industri primer serta dinominasi oleh industri minyak kelapa kasar (CCO), tepung kelapa dan minyak goreng.

Permasalahan petani kelapa Sulawesi Utara terbagi dua yakni masalah internal dan masalah eksternal. Masalah internal petani kelapa adalah luasan areal penanaman yang semakin berkurang, sebaliknya jumlah petani kelapa semakin meningkat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bila petani dengan luasan penanaman semakin sempit, tanpa sentuhan teknologi penanaman dan pasca panen yang lebih modern, akan membawa petani dalam proses pemiskinan karena hasil yang  diperoleh akan semakin berkurang.

Selain permasalahan internal yang dihadapi petani kelapa danpengusaha kopra, menjadi semakin sulit pemecahannya karena ada permasalahan eksternal yang harus dihadapi. Bila produksi kelapa mutunya tidak baik sebagai akibat dari kegiatan hulu (up-stream) tidak baik dan usaha taninyapun (on-fam) masih tradisional, maka mutu kelapa untuk pembuatan kopra juga pasti kurang baik, akibatnya hasil mutu kopra jelek. Salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa yaitu dengan melakukan pengolahan lanjut semua bagian yang ada pada tanaman kelapa untuk menjadi komoditi yang mempunyai nilai ekonomi.

Lewat kegiatan Bimbingan Teknis dan pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya diharapkan akan memberikan rekomendasi sehingga pengembangan produk olahan kelapa khususnya pembuatan Nata de coco akan meningkatkan pengembangan usaha bagi pelaku usaha, peningkatan pendapatan bagi petani kelapa dan peningkatan perekonomian daerah.

Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan pendalaman dalam upaya peningkatan adaptasi dan penerapan teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan ahli teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk.
  2. Untuk mendorong para peserta agar ketrampilan yang dimiliki dapat ditingkatkan untuk pengembangan pemasaran kedepan.
  3. Untuk meningkatkan potensi hasil kelapa dan turunannya agar nilai jualnya dapat memberikan nilai tambah bagi petani kelapa dan pedagang pengumpul.

Sasaran yang ingin dicapai pada Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk  Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya antara lain :

  1. Mengingat Bimtek ini, maka untuk kedepan kiranya dapat diprogramkan untuk beberapakomoditi agar dapat dilakukan Bimtek seperti ini.
  2. Diharapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara kiranya dapat memantau dan memonitoring perkembangan pasca Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya untuk mengetahui kondisi dan perkembangan usaha para pengrajin.

 

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiata Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya dilaksanakan pada tanggal 24 s/d 25 Agustus 2017 bertempat di Aula Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

PESERTA

 Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebanyak 20 orang terdiri dari 20 orang IKM Pangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

Adapun kwalitas dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA.
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kerajinan kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

PEMBICARA/NARASUMBER

 Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis dan Pendampingan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya yaitu :

  1. Muljono (Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Bolaang Mongondow Selatan).
  2. Ir. Mareyke Moningka, MS (Pengurus TP.PKK. Prov. Sulut).
  3. Henry Palit (Pelaku Usaha IKM).

KABUPATEN MINAHASA SELATAN

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiata Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 22 Agustus 2017 bertempat di Hotel Sutanraja Kabupaten Minahasa Selatan.

PESERTA

 Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebanyak 20 orang terdiri dari 20 orang IKM Pangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

Adapun kwalitas dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA.
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kerajinan kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

PEMBICARA/NARASUMBER

 Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis dan Pendampingan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya yaitu :

  1. Adrian Sumuweng (Kepala Dinas Perdagangan Kab. Minahasa Selatan).
  2. Marieta C.Kuntag, MM (Pengurus TP. PKK Prov. Sulut).
  3. Dekie K. Kambey (Pelaku Usaha IKM).
0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *