Pengembangan IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Minahasa Selatan

Kabupaten Minahasa Selatan menjadi satu tempat berpotensi yang dipilih untuk pelaksanaan “Program Pengembangan IKM Kelapa Terpadu”. Acara ini dibuka oleh Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Ibu Gati Wibawaningsih. Selama kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan peralatan pembuatan minyak kelapa, pembuatan arang tempurung. Untuk kualitas ekspor dan peralatan untuk pembuatan mesin TTG. Dengan kegiatan ini diharapkan Industri pengolahan Kelapa yang ada di Sulawesi Utara mampu memperkuat daya saing dan struktur industri nasional sekaligus menumbuhkan populasi industri melalui bimbingan teknis dan pendampingan serta pemberian fasilitasi mesin peralatan.

Kinerja Meningkat, Realisasi Ekspor Sulawesi Utara Capai US$ 973.966.000

Tahun 2018 menunjukan trend positif bagi kinerja ekspor sulut. Data BPS mencatat  nilai ekspor sulut mencapai angka US$ 973.966.000,- atau naik 0.13% dibanding tahun 2017  yang sebesar US$ 972.700.000,- . Kenaikan ini di picu dengan bertambahnya jenis produk yang diekspor dan rutin dilakukan setiap bulan. Komoditi tersebut antara lain Lobster dan Kepiting Air Tawar.  Kedua produk tersebut diekspor ke 2 (dua) Kota di China yaitu Guangzhou dan Changsa. Komoditi Sulawesi Utara yang akhirnya diekspor lagi setelah vakum beberapa tahun yaitu vanili yang diekspor ke Polandia dan Jerman dngan nilai sebesar US$ 104.95 ribu atau mencapai Rp. 1.5 Miliar.

Ada juga bungkil kopra yang mengalami kenaikan permintaan dari India sebesar 40% dibanding tahun lalu sehingga mencapai nilai US$ 12.000.000,-. Produk Sulawesi utara juga berhasil menembus pasar non tradisional seperti Senegal, Afrika Selatan, Lithuania dan beberapa Negara di Kawasan Timur Tengah.