Kinerja Meningkat, Realisasi Ekspor Sulawesi Utara Capai US$ 973.966.000

Tahun 2018 menunjukan trend positif bagi kinerja ekspor sulut. Data BPS mencatat  nilai ekspor sulut mencapai angka US$ 973.966.000,- atau naik 0.13% dibanding tahun 2017  yang sebesar US$ 972.700.000,- . Kenaikan ini di picu dengan bertambahnya jenis produk yang diekspor dan rutin dilakukan setiap bulan. Komoditi tersebut antara lain Lobster dan Kepiting Air Tawar.  Kedua produk tersebut diekspor ke 2 (dua) Kota di China yaitu Guangzhou dan Changsa. Komoditi Sulawesi Utara yang akhirnya diekspor lagi setelah vakum beberapa tahun yaitu vanili yang diekspor ke Polandia dan Jerman dngan nilai sebesar US$ 104.95 ribu atau mencapai Rp. 1.5 Miliar.

Ada juga bungkil kopra yang mengalami kenaikan permintaan dari India sebesar 40% dibanding tahun lalu sehingga mencapai nilai US$ 12.000.000,-. Produk Sulawesi utara juga berhasil menembus pasar non tradisional seperti Senegal, Afrika Selatan, Lithuania dan beberapa Negara di Kawasan Timur Tengah.

Kegiatan Rapat Koordinasi Disperindag Daerah Prov. Sulut dengan Disperindag Kab/Kota Se SULUT

Kegiatan Rapat Koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab/Kota se Sulawesi Utara dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Sulut Ir. Jenny Karouw M.Si. Rapat dihadiri oleh seluruh dinas dari Kabupaten/Kota yang membidangi Perdagangan dan Perindustrian. Antara Lain yang dihadiri langsung oleh kepala dinas yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tomohon Ruddie A. Lengkong, SSTP; Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara Drs. Benny Mengko; Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Minahasa Utara dr. Harly Th. Sompotan, M.Kes; Kepala DInas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe F. P. Gay Laera; serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Ibis Manado, Selasa 30 Oktober 2018.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini dalam rangka Memastikan Ketersediaan barang pokok dan juga untuk pengendalian harga. Dalam rapat ini juga ditegaskan untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap barang yang layak dikonsumsi dan digunakan masyarakat, memberikan perhatian khusus tehadap industri kecil dalam penggunaan barang pengawet yang tidak direkomendasikan dan menegaskan sistem pelaporan ke pemerintah pusat.

Dalam kegiatan ini juga dihadirkan sebagai pembicara Staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Marhaen Royke Tumiwa, M.Pd , beliau menegaskan tentang sinergitas dalam melaksanakan koordinasi yaitu untuk saling mengkomunikasikan berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi di masing-masing kabupaten/kota guna mencapai tujuan yaitu untuk kesejateraan masyarakat pada umumnya. Dengan Knowing Your Self, Knowing Your Group, Knowing Your Rule maka akan tercipta sinergitas dalam bekerja.

Rapat Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Pelaksanaan kegiatan Rapat Kerja Disperindag Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan di Hotel Ibis 30 Oktober 2018. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Evaluasi Program kegiatan di Tahun anggran 2018 dan penguatan program untuk tahun 2019. Kegiatan ini di hadiri oleh suluruh Kepala Bidang, Kepala Seksi, kepala sub bagian, staf dan THL Disperindag Prov. Sulut.

 

Kegiatan Bersih pantai dan Muara Sungai dalam rangka menunjang Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental ke-2 Tahun 2018 di Prov. Sulut

Kegiatan Bersih pantai dan Muara Sungai DISPERINDAG Daerah Prov. Sulut  dalam rangka menunjang Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental ke-2 Tahun 2018 di Prov. Sulut berdasarkan Surat dari Sekretariat Daerah Prov. Sulut, bertempat di Muara Sungai Tumumpa dan Pantai sekitarnya, Jumat 19 Oktober 2018.

Workshop Konsep Bisnis Pusat Retribusi Daerah

Workshop Konsep Bisnis Pusat Retribusi Daerah yang diadakan pada tanggal hari jumat 24 Agustus 2018 yang bertempat di Hotel Aston Manado bertujuan untuk mendorong agar seluruh pusat Distribusi yang telah dibangun Pemerintah dapat segera dimanfaatkan sebagai penyangga persediaan (buffer stock) barang kebutuhan pokok dan barang penting.

Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018

Tampak Foto Kadis Perindag di dampingi Kabid Daglu menerima Tim seleksi Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018.

Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada UKM untuk membuat Design Produk yang sesuai Pasar Ekspor. 2 UKM yang terpilih akan mengikuti Diklat Ekspor di Jakarta dan mengikuti Pameraan Trade Expo Indonesia Tahun 2018 di Tangerang Banten.

Rapat Koordinasi Peningkatan Perdagangan dalam kerangka kerjasama BIMP-EAGA dan Persiapan pertemuan TIFC BIMP EAGA ke 6

Rapat Koordinasi Peningkatan Perdagangan dalam kerangka kerjasama BIMP-EAGA dan Persiapan pertemuan TIFC BIMP EAGA ke 6 yang diadakan tanggal 2 Agustus 2018 di Manado di buka oleh ASS 2 Pemerintah Prov. Sulut.

Membicarakan tentang Konektivitas RORO Bitung Davao Gensan, peluang kerjasama Ekonomi dan Perdagangan antar Negara BIMP EAGA, Pengusulan identifikasi UKM unggulan untuk dipromosikan melalui kegiatan Misi Dagang Indonesia Filipina, adanya Project usulan baru terkait Rumah Kemasan untuk UKM Unggulan agar memiliki daya saing di Pasar Ekspor.

Edukasi Publik Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) Dalam Rangka Peningkatan Ekspor

Edukasi Publik Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) Dalam Rangka Peningkatan Ekspor yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 2018 yang bertempat di Manado dilaksanakan atas kerjasama Direktorat Jenderal PPI dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan FTA Center yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri untuk memfasilitasi para Eksportir dan Calon Eksportir serta Importir yang akan melalakukan kegiatan Ekspor Impor, baik dari segi standar mutu produk, dan para konsultan/tim ahli dari FTA siap membantuk calon-calon Eksportir dan Importir.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi Wirausaha Baru Industri

Maksud dan Tujuan

  1. Untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta agar dapat mengetahui cara pengolahan ikan menjadi produk yang bisa dijual.
  2. Untuk mendorong peserta agar dalam melakukan kegiatan proses produksi tidak menggunakan bahan baku atau bahan tambahan pangan yang dapat mengganggu kesehatan.
  3. Untuk mendapatkan hasil produk olahan pangan yang bermutu sesuai ketentuan SNI.

Hasil yang diharapkan

  1. Tersedianya pengusaha yang handal dalam memproduksi ikan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
  2. Para pengusaha pengolahan ikan akan menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
  3. Konsumen dapat terlindungi dari produk yang tidak bermutu.

Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi Wirausaha Baru Industri sebanyak 25 orang terdiri dari Pengusaha IKM dan Calon Pengusaha Ikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur  yang direkrut oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan kualifikasi persyaratan peserta diutamakan wirausaha baru industri pangan pengolahan ikan.

Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini yaitu :

  1. Sammy D. Rarung, SKM. M.Kes dari Dinas Kesehatan
  2. Charles Keppel dari Universitas Sam Ratulangi
  3. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
  4. Kepala Bidang FPIKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara
  5. Kartini Igirisa dari IKM “Kartini”

Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa

Maksud dan Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan pendalaman dalam upaya peningkatan adaptasi dan pengembangan turunan kelapa untuk menghasilkan produk yang berkualitas guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk.
  2. Untuk mendorong para peserta agar keterampilan yang dimiliki dapat ditingkatkan untuk pengembangan pemasaran kedepan.
  3. Untuk meningkatkan potensi hasil kelapa dan turunannya agar nilai jualnya dapat memberikan nilai tambah bagi petani kelapa dan pedagang pengumpul.

Hasil yang ingin dicapai pada kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa  adalah :

  1. Meningkatnya pengetahuan bagi peserta untuk pengembangan usaha.
  2. Tercapainya kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebanyak 30 orang.
  3. Termotivasinya peserta untuk mengembangkan komoditi kelapa dan turunannya di Sulawesi Utara.

Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebanyak 30 orang terdiri dari IKM Pangan yang ada di Manado.

Adapun kwalifikasi dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa yaitu :

  1. Jenny Karouw, MSi (Kadis. Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara)
  2. Alwy N. Pontoh, SE, MSi (Kepala Bidang FPIM)
  3. Erny J. N. Nurali, MS (Dosen Fakultas Pertanian Unsrat)
  4. Bode Lumanauw, SE, MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat)
  5. Grce N. R. Wondal  (Pelaku IKM “Sangkakala”)