Rapat Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara

Pelaksanaan kegiatan Rapat Kerja Disperindag Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan di Hotel Ibis 30 Oktober 2018. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka Evaluasi Program kegiatan di Tahun anggran 2018 dan penguatan program untuk tahun 2019. Kegiatan ini di hadiri oleh suluruh Kepala Bidang, Kepala Seksi, kepala sub bagian, staf dan THL Disperindag Prov. Sulut.

 

Kegiatan Bersih pantai dan Muara Sungai dalam rangka menunjang Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental ke-2 Tahun 2018 di Prov. Sulut

Kegiatan Bersih pantai dan Muara Sungai DISPERINDAG Daerah Prov. Sulut  dalam rangka menunjang Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental ke-2 Tahun 2018 di Prov. Sulut berdasarkan Surat dari Sekretariat Daerah Prov. Sulut, bertempat di Muara Sungai Tumumpa dan Pantai sekitarnya, Jumat 19 Oktober 2018.

Workshop Konsep Bisnis Pusat Retribusi Daerah

Workshop Konsep Bisnis Pusat Retribusi Daerah yang diadakan pada tanggal hari jumat 24 Agustus 2018 yang bertempat di Hotel Aston Manado bertujuan untuk mendorong agar seluruh pusat Distribusi yang telah dibangun Pemerintah dapat segera dimanfaatkan sebagai penyangga persediaan (buffer stock) barang kebutuhan pokok dan barang penting.

Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018

Tampak Foto Kadis Perindag di dampingi Kabid Daglu menerima Tim seleksi Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018.

Program Kegiatan DDS (Designer Dispatch Service) Tahun 2018 dari Kementerian Dalam Negeri ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada UKM untuk membuat Design Produk yang sesuai Pasar Ekspor. 2 UKM yang terpilih akan mengikuti Diklat Ekspor di Jakarta dan mengikuti Pameraan Trade Expo Indonesia Tahun 2018 di Tangerang Banten.

Rapat Koordinasi Peningkatan Perdagangan dalam kerangka kerjasama BIMP-EAGA dan Persiapan pertemuan TIFC BIMP EAGA ke 6

Rapat Koordinasi Peningkatan Perdagangan dalam kerangka kerjasama BIMP-EAGA dan Persiapan pertemuan TIFC BIMP EAGA ke 6 yang diadakan tanggal 2 Agustus 2018 di Manado di buka oleh ASS 2 Pemerintah Prov. Sulut.

Membicarakan tentang Konektivitas RORO Bitung Davao Gensan, peluang kerjasama Ekonomi dan Perdagangan antar Negara BIMP EAGA, Pengusulan identifikasi UKM unggulan untuk dipromosikan melalui kegiatan Misi Dagang Indonesia Filipina, adanya Project usulan baru terkait Rumah Kemasan untuk UKM Unggulan agar memiliki daya saing di Pasar Ekspor.

Edukasi Publik Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) Dalam Rangka Peningkatan Ekspor

Edukasi Publik Pemanfaatan Free Trade Agreement (FTA) Dalam Rangka Peningkatan Ekspor yang diadakan pada tanggal 13 Agustus 2018 yang bertempat di Manado dilaksanakan atas kerjasama Direktorat Jenderal PPI dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.

Tujuan dari acara ini adalah untuk mensosialisasikan FTA Center yang dibentuk oleh Kementerian Dalam Negeri untuk memfasilitasi para Eksportir dan Calon Eksportir serta Importir yang akan melalakukan kegiatan Ekspor Impor, baik dari segi standar mutu produk, dan para konsultan/tim ahli dari FTA siap membantuk calon-calon Eksportir dan Importir.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi Wirausaha Baru Industri

Maksud dan Tujuan

  1. Untuk memberikan pengetahuan dan informasi kepada peserta agar dapat mengetahui cara pengolahan ikan menjadi produk yang bisa dijual.
  2. Untuk mendorong peserta agar dalam melakukan kegiatan proses produksi tidak menggunakan bahan baku atau bahan tambahan pangan yang dapat mengganggu kesehatan.
  3. Untuk mendapatkan hasil produk olahan pangan yang bermutu sesuai ketentuan SNI.

Hasil yang diharapkan

  1. Tersedianya pengusaha yang handal dalam memproduksi ikan yang sehat dan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
  2. Para pengusaha pengolahan ikan akan menghasilkan produk yang memenuhi standar mutu dengan menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
  3. Konsumen dapat terlindungi dari produk yang tidak bermutu.

Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan Bagi Wirausaha Baru Industri sebanyak 25 orang terdiri dari Pengusaha IKM dan Calon Pengusaha Ikan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur  yang direkrut oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, dengan kualifikasi persyaratan peserta diutamakan wirausaha baru industri pangan pengolahan ikan.

Adapun yang menjadi narasumber pada kegiatan ini yaitu :

  1. Sammy D. Rarung, SKM. M.Kes dari Dinas Kesehatan
  2. Charles Keppel dari Universitas Sam Ratulangi
  3. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
  4. Kepala Bidang FPIKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara
  5. Kartini Igirisa dari IKM “Kartini”

Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa

Maksud dan Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan pendalaman dalam upaya peningkatan adaptasi dan pengembangan turunan kelapa untuk menghasilkan produk yang berkualitas guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk.
  2. Untuk mendorong para peserta agar keterampilan yang dimiliki dapat ditingkatkan untuk pengembangan pemasaran kedepan.
  3. Untuk meningkatkan potensi hasil kelapa dan turunannya agar nilai jualnya dapat memberikan nilai tambah bagi petani kelapa dan pedagang pengumpul.

Hasil yang ingin dicapai pada kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa  adalah :

  1. Meningkatnya pengetahuan bagi peserta untuk pengembangan usaha.
  2. Tercapainya kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebanyak 30 orang.
  3. Termotivasinya peserta untuk mengembangkan komoditi kelapa dan turunannya di Sulawesi Utara.

Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa sebanyak 30 orang terdiri dari IKM Pangan yang ada di Manado.

Adapun kwalifikasi dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis Wirausaha Baru IKM Turunan Kelapa yaitu :

  1. Jenny Karouw, MSi (Kadis. Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara)
  2. Alwy N. Pontoh, SE, MSi (Kepala Bidang FPIM)
  3. Erny J. N. Nurali, MS (Dosen Fakultas Pertanian Unsrat)
  4. Bode Lumanauw, SE, MM (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsrat)
  5. Grce N. R. Wondal  (Pelaku IKM “Sangkakala”)

PLKA Sulut ke-5 tercipta transaksi Rp5,38 miliar

Manado, (Antaranews Sulut) – Pasar lelang komoditas agro(PLKA) ke-5 Provinsi Sulawesi Utara berhasil menciptakan transaksi sebesar 5,38 miliar.

“Transaksi PLKA kali ini masih didominasi oleh komoditas jagung yang mencapai Rp5,25 miliar,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sulut Hanny Wajong di Manado, Kamis.

Selain jagung, komoditas lainnya cukup dominan yakni bawang goreng senilai Rp1,5 juta, buah salak Rp30 juta, dodol salak Rp8 juta, gula aren semut Rp18 juta, gula merah Rp44 juta, kacang sangrai Rp36 juta.

Hanny menjelaskan minat petani dan pelaku usaha mengikuti PLKA Sulut pada periode kelima tahun 2018 cukup tinggi.

Dia mengatakan melihat minat petani yang tinggi ini, diharapkan akan mendapatkan harga yang baik.

“Karena harga jual produk dalam PLKA masih lebih tinggi dan menguntungkan petani dibandingkan di pasar dan swalayan,” jelasnya.

Ia mengatakan harga jual yang lebih tinggi bagi petani karena penjual dan pembeli dipertemukan secara langsung, sehingga tidak ada lagi perantara yang banyak dan membuat petani mendapatkan harga rendah.

“Kami berharap akan semakin banyak petani yang memanfaatkan PLKA Sulut 2018 karena tahun ini akan dilakukan sebanyak delapan kali,” jelasnya.

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw

Disperindag-Bappebti: Sinergitas SRG dan PLKA penting

Manado, (Antaranews Sulut) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan bersama dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi mengungkapkan sinergitas antara pasar lelang komoditi agro (PLKA) dan sistem resi gudang (SRG) sangat penting dilakukan di daerah.

“Dengan saling bersinergi, maka pemasaran dan pembiayaan bagi pelaku usaha dan petani akan lebih mudah,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut Hanny Wajong di Manado, Jumat.

Hanny mengatakan manfaat dari sinergitas ini yakni mampu memberikan solusi terpadu untuk membuka akses pasar dan pembiayaan dengan mudah, murah, manfaat.

Selain itu pemberdayaan petani dan pelaku usaha kecil dan menengah akan semakin optimal serta mampu memberikan efisiensi perdagangan dan peningkatan daya saing komoditas secara nasional.

Dipastikan, dengan sinergi tersebut akan muncul peluang bisnis bagi pelaku usaha, baik jasa pergudangan, jasa keuangan seperti perbankan dan sebagainya.

Kabag Program anggaran dan Pelaporan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Subagiyo yang didampingi oleh Kasubag Pengawasan Pasar Lelang Komoditas Bayu Kristanto mengatakan bagi petani dan usaha kecil menengah sinergi dapat meningkatkan akses pasar, pembiayaan dan efisiensi perdagangan, meningkatkan posisi tawar petani serta mendapatkan harga yang lebih baik.

Sementara bagi pabrikan, katanya, akan meningkatkan akses untuk mendapatkan sumber bahan baku yang berkualitas, perencanaan suplai lebih baik serta pembiayaan komoditas penambah laporan arus kas.

Untuk pedagang atau eksportir, katanya, akan terus ada ketersediaan volume dan kualitas komoditas, mengurangi biaya penyimpanan, terdapatnya fasilitas pembiayaan perdagangan.

Lembaga keuangan, katanya, akan ada perlindungan yang tinggi atas jaminan dan bersifat liquid, serta aktivitas penyaluran kredit aman dan menguntungkan.

Pewarta : Nancy Lynda Tigauw

COPYRIGHT © ANTARA 2018