20170909_114122

DEKRANAS AWARD Bagi Pembina Teladan di Kantor Dekranas, Rumah Kriya Asri – Jakarta

Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS), adalah organisasi nirlaba yang menghimpun pencinta dan peminat seni untuk memayungi dan mengembangkan produk kerajinan dan mengembangkan usaha tersebut, serta berupaya meningkatkan kehidupan pelaku bisnisnya, yang sebagian merupakan kelompok industri kecil dan menengah (IKM).

Kerajinan yang menopang kehidupan keluarga yang dihadapkan pada kemajuan teknologi industri di satu sisi dan pelestarian nilai budaya bangsa yang harus tercermin dalam produk kerajinan, perlu adanya wadah partisipasi masyarakat bertaraf nasional yang berfungsi membantu dan sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan kerajinan. Untuk mendukung kelancaran kegiatannya di tingkat daerah, dengan dipayungi Surat menteri Dalam Negeri Nomor : 537/5038/Sospol, tanggal 15 Desember 1981, dibentuklah organisasi DEKRANAS tingkat daerah (DEKRANASDA). Kepengurusan DEKRANASDA dikukuhkan oleh Ketua Umum DEKRANAS atas usulan daerah.

Dewan Kerajinan Nasional  Daerah  disingkat DEKRANASDA merupakan wadah berhimpunnya segenap pemangku kepentingan seni kerajinan di Daerah. Dewan ini memfasilitasi pengembangan kerajinan di daerah.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud Perjalanan Dinas adalah mengikuti Evaluasi Penjurian DEKRANAS Award bagi Pembina Teladan.

Tujuan dari Perjalanan Dinas ini adalah untuk menampilkan Profil Produk Unggulan Sulawesi Utara.

DASAR PELAKSANAAN

  1. Surat dari Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Nomor : 78/DEKRAN/02/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017.
  2. Surat Perintah Tugas Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara No. 094/1478/Sekr tanggal 7  September 2017.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Pelaksanaan DEKRANAS Award bagi Pembina Teladan  selama 3 (tiga) hari dari tanggal  8  s.d  10 September 2017  di Kantor DEKRANAS, Rumah Kriya Asri, Jl. Ampera Raya No. 1000, Cilandak Timur Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

  1. PESERTA PRESENTASI DEKRANAS AWARD
  2. Dekranasda DKI Jakarta
  3. Dekranasda Jawa Tengah
  4. Dekranasda Jawa Timur
  5. Dekranasda Lampung
  6. Dekranasda Jawa Barat
  7. Dekranasda Kalimantan Utara
  8. Dekranasda Bengkulu
  9. Dekranasda Jambi
  10. Dekranasda Sumatera Barat
  11. Dekranasda Kalimantan Timur
  12. Dekranasda Sulawesi Selatan
  13. Dekranasda Nusa Tenggara Barat
  14. Dekransda Sulawesi Tenggara
  15. Dekranasda Sulawesi Utara

HASIL PELAKSANAAN

Evaluasi Penjurian DEKRANASDA Award Bagi Pembina Teladan  dihadiri oleh Ketua DEKRANASDA Provinsi se Indonesia :

  1. Untuk Provinsi Sulawesi Utara disampaikan oleh Wakil Ketua DEKRANASDA Provinsi Sulawesi Utara dengan diberi kesempatan Presentasi pada tanggal 9 September 2017 dengan durasi waktu selama 30 menit untuk interview dan 10 menit untuk presentasi dan sesi tanya jawab adalah 20 menit.
  2. Pada tahun ini DEKRANASDA Provinsi Sulawesi Utara membawa Materi Presentasi dengan Judul Peran DEKRANASDA dalam Pembinaan dan Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kerajinan di Sulawesi Utara, dengan mengangkat Kerajinan dari Kelapa sebagai Produk Unggulan atau sebagai Kriya Utama.
  3. Kerajinan dari Kelapa dan Turunannya tersebar hampir diseluruh Kabupaten/Kota di Wilayah Provinsi Sulawesi Utara, yang dalam kesempatan ini dikhususkan untuk Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.

Dasar Pemilihan Produk Unggulan Kerajinan berbasis Kelapa adalah :

  1. Para pengrajin telah mengusahakan kegiatan tersebut secara turun temurun karena bahan baku yang melimpah dimana 80% lahan perkebunan Sulawesi Utara ditanami pohon kelapa. Hal ini dapat menjamin keberlanjutan dari usaha kerajinan tersebut.
  2. Jenis produk dan desainnya berawal dari kearifan lokal yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan rumah tangga seperti peralatan makan dan keperluan rumah tangga lainnya
  3. Usaha tersebut telah berkembang menjadi sumber pendapatan masyarakat yang dapat menunjang perekonomian keluarga.
  4. Produk-produk yang dihasilkan telah dipasarkan baik dalam daerah, antar pulau maupun di ekspor ke Luar Negeri.
  1. Tanggapan dan saran dari para juri, dengan jumlah juri sebanyak 5 orang yakni : a. Hermawan Kertajaya
  2. Rahardi Ramelan
  3. Robby Kusumaharta
  4. Prieyo Pratomo
  5. Kusnan Djawahir

Dengan pertanyaan sebagai berikut :

  1. Perhatikan 3 hal yakni product, customer dan brand
  2. International product
  3. Customer centric
  4. Manado and beyond
  5. Chinese words/characters (contoh selamat datang dengan huruf china)
  6. Kemajuan/pendapatan pengrajin apakah sudah significant
  7. Koordinasi dengan kabupaten/kota
  8. Selain bahan baku kelapa, banyak bahan baku lainnya baik untuk kerajinan dan makanan
  9. Kelembagaan : re-organisasi, re-vitalisasi, re-branding
  10. Pengkaderan pengrajin, kompetensi dan sertifikasi
  11. Belajar dengan kompetitor misalnya dengan Davao-Filipina (kelapa, abaca, dll)
  12. Buatkan Peraturan Daerah di hotel-hotel/penginapan untuk menggunakan produk kerajinan (produk lokal)

Kriya yang diangkat di Sulawesi Utara harus terkait dengan pengembangan pariwisata Sulawesi Utara yang makin meningkat antara lain turis china, dll. Dalam pengembangan kerajinan daerah harus berorientasi pada masalah marketing (pemasaran) dengan menitikberatkan pada aspek-aspek :

  1. Produk yang berkualitas
  2. Siapa customer (pelanggan/konsumen)
  3. Branding harus menarik

Sulawesi Utara sudah sangat dikenal dengan daerah nyiur melambai tapi produk-produk dari kelapa dan turunannya masih sangat kurang jika dibandingkan dengan Philipine yang sudah sangat banyak walaupun produk kayu kelapa tidak atau belum terlalu diminati oleh turis china, tetapi dari aspek pariwisata, upaya untuk mengembangkan produk-produk dengan bahan baku lainnya seperti dari kelapa (sabut tempurung, sabut batang kelapa), dari biji pala, sirip dan sisik ikan, gerabah, dll.

20170821_103818

Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar Berbasis Kelapa dan Turunannya di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan dan Kabupaten Minahasa

Kebijakan Pembangunan Industri Indonesia melalui strategi peningkatan daya saing yaiutu untuk merubah keunggulan komprative menjadi keunggulan kompetitive, adalah dengan strategi Klaster, OVOP, Kewirausahaan, Sentra dan lainnya untuk memperoleh manfaat economies of localization. Upaya dan pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) diarahkan agar menjadi pelaku ekonomi yang makin berbasis iptek dan berdaya saing dengan produk impor, khususnya dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonimian domestik.

Pengembangan IKM secara nyata akan berlangsung terintegrasi dalam modernisasi, agrobisnis dan agroindustri, guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan ahli teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk. Dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya dalam menyediakan barang dan jasa kebutuhan masyarakat sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonomian domestik.

Dalam pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) khususnya Pengolahan Kelapa dilakukan dengan pendekatan kompetensi perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktifitas yang didukung dengan upaya peningkatan adaptasi dan penerapan teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Sulawesi Utara dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia dengan luas areal + 269.000 ha dan + 95% merupakan perkebunan rakyat. Saat ini hampir + 80% produk kelapa Sulut diproses menjadi kopra asap sedangkan yang sisanya diserap oleh Industri tepung kelapa dan lainnya. Hampir 100% kopra asap diproses menjadi CCO dan dipasarkan keluar negeri. Industri pengolahan kelapa di Sulut masih merupakan industri primer serta dinominasi oleh industri minyak kelapa kasar (CCO), tepung kelapa dan minyak goreng.

Permasalahan petani kelapa Sulawesi Utara terbagi dua yakni masalah internal dan masalah eksternal. Masalah internal petani kelapa adalah luasan areal penanaman yang semakin berkurang, sebaliknya jumlah petani kelapa semakin meningkat. Hal tersebut mengindikasikan bahwa bila petani dengan luasan penanaman semakin sempit, tanpa sentuhan teknologi penanaman dan pasca panen yang lebih modern, akan membawa petani dalam proses pemiskinan karena hasil yang  diperoleh akan semakin berkurang.

Selain permasalahan internal yang dihadapi petani kelapa danpengusaha kopra, menjadi semakin sulit pemecahannya karena ada permasalahan eksternal yang harus dihadapi. Bila produksi kelapa mutunya tidak baik sebagai akibat dari kegiatan hulu (up-stream) tidak baik dan usaha taninyapun (on-fam) masih tradisional, maka mutu kelapa untuk pembuatan kopra juga pasti kurang baik, akibatnya hasil mutu kopra jelek. Salah satu upaya untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa yaitu dengan melakukan pengolahan lanjut semua bagian yang ada pada tanaman kelapa untuk menjadi komoditi yang mempunyai nilai ekonomi.

Lewat kegiatan Bimbingan Teknis dan pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya diharapkan akan memberikan rekomendasi sehingga pengembangan produk olahan kelapa khususnya pembuatan Nata de coco akan meningkatkan pengembangan usaha bagi pelaku usaha, peningkatan pendapatan bagi petani kelapa dan peningkatan perekonomian daerah.

Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebagai berikut :

  1. Untuk memberikan pendalaman dalam upaya peningkatan adaptasi dan penerapan teknologi untuk menghasilkan produk yang berkualitas guna memperkuat basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan ahli teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dibidang pengolahan dan pemasaran produk.
  2. Untuk mendorong para peserta agar ketrampilan yang dimiliki dapat ditingkatkan untuk pengembangan pemasaran kedepan.
  3. Untuk meningkatkan potensi hasil kelapa dan turunannya agar nilai jualnya dapat memberikan nilai tambah bagi petani kelapa dan pedagang pengumpul.

Sasaran yang ingin dicapai pada Kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk  Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya antara lain :

  1. Mengingat Bimtek ini, maka untuk kedepan kiranya dapat diprogramkan untuk beberapakomoditi agar dapat dilakukan Bimtek seperti ini.
  2. Diharapkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara kiranya dapat memantau dan memonitoring perkembangan pasca Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya untuk mengetahui kondisi dan perkembangan usaha para pengrajin.

 

KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW SELATAN

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiata Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya dilaksanakan pada tanggal 24 s/d 25 Agustus 2017 bertempat di Aula Dinas Perindagkop dan UMKM Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan.

PESERTA

 Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebanyak 20 orang terdiri dari 20 orang IKM Pangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

Adapun kwalitas dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA.
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kerajinan kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

PEMBICARA/NARASUMBER

 Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis dan Pendampingan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya yaitu :

  1. Muljono (Kepala Dinas Perindagkop dan UMKM Kab. Bolaang Mongondow Selatan).
  2. Ir. Mareyke Moningka, MS (Pengurus TP.PKK. Prov. Sulut).
  3. Henry Palit (Pelaku Usaha IKM).

KABUPATEN MINAHASA SELATAN

WAKTU DAN TEMPAT

Kegiata Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya dilaksanakan pada tanggal 21 s/d 22 Agustus 2017 bertempat di Hotel Sutanraja Kabupaten Minahasa Selatan.

PESERTA

 Peserta yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengolahan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya sebanyak 20 orang terdiri dari 20 orang IKM Pangan yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan.

Adapun kwalitas dan persyaratan peserta adalah sebagai berikut :

  • Pendidikan serendah-rendahnya SLTA.
  • Diutamakan belum ada usaha dibidang industri kerajinan kelapa agar lebih memudahkan untuk pengembangan usaha.
  • Jenis usaha setidaknya sudah memenuhi atau belum memenuhi standar keamanan dalam produksi yang dikembangkan.

PEMBICARA/NARASUMBER

 Pembicara/Narasumber Bimbingan Teknis dan Pendampingan Produk Teknologi dan Pasar berbasis Kelapa dan Turunannya yaitu :

  1. Adrian Sumuweng (Kepala Dinas Perdagangan Kab. Minahasa Selatan).
  2. Marieta C.Kuntag, MM (Pengurus TP. PKK Prov. Sulut).
  3. Dekie K. Kambey (Pelaku Usaha IKM).
KONCER

Edukasi Konsumen Cerdas di Daerah

  • Kegiatan : Edukasi Konsumen Cerdas di Daerah
    Waktu : Rabu, 9 Agustus 2017
    Peserta : Siswa siswi SMA Negeri 9 Manado dan SMA PGRI I
    Manado (peserta berjumlah 100 orang)
    Lokasi : Hotel Formosa Manado
    Pelaksanaan Kegiatan Edukasi Konsumen Cerdas di Daerah dilaksanakan untuk membentuk kelompok konsumen cerdas di tingkat SLTA. Pembentukan konsumen cerdas di tingkat SLTA dianggap penting agar supaya pengenalan tentang konsumen cerdas dapat dilakukan sejak dini. Siswa-siswi tingkat SMA diharapkan dapat mengenal dan mempraktekkan bagaimana menjadi seorang konsumen yang cerdas. Pada kesempatan ini diundang siswa-siswi dari siswi SMA Negeri 9 Manado dan SMA PGRI I Manado.
    Dalam kegiatan ini diajarkan untuk menjadi konsumen yang cerdas dengan cara:
    1. Tegakkan hak dan kewajiban selaku konsumen
    2. Teliti sebelum membeli
    3. Perhatikan labe dan masa kadaluarsa
    4. Pastikan produk bertanda jaminan mutu SNI
    5. Beli sesuai kebutuhan, bukan keinginan.
    Diajarkan juga beberapa regulasi penting terkait Perlindungan Konsumen agar supaya para siswa dapat mengetahui dengan jelas hak dan kewajibannya sebagai seorang konsumen.
    Apabila para siswa merasa dirugikan haknya sebagai konsumen dapat melakukan pengaduan dengan cara:
    1. Langsung kepada pelaku usaha
    2. Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) setempat
    3. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terdekat
    4. Dinas yang menangani perlindungan konsumen di Kab/Kota
    5. Pos layanan Informasi Konsumen:
    – Hotline : 021 3441839
    – Website : siswaspk.kemendag.go.id
    Email : Pengaduan.konsumen@kemendag.go.id ;  pdn_indagsulut@yahoo.co.id
  • Yang perlu ditindaklanjuti :
    1. Diharapkan dapat dilaksanakan edukasi kepada lebih banyak lagi siswa-siswi tingkat SMA.
    2. Para siswa yang sudah mendapatkan edukasi terkait konsumen cerdas kiranya dapat meneruskan atau ikut melakukan
    penyebaran informasi kepada masyarakat disekitarnya
P_20170719_151658_vHDR_Auto

PENGEMBANGAN RUMAH KEMASAN DAN DISPLAY PRODUK IKM

Dalam rangka pengembangan Industri kemsan dan display Produk IKM di Sulawesi Utara maka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan kegiatan Pengembangan Rumah Kemasan dan Display Produk IKM. Acara ini dibuka oleh Kepala Seksi Bina Usaha, Sarana, Standarisasi dan Promosi IKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, sebagai hasil laporan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa sebagai berikut :

Dasar

DPA Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2017.

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 18 Juli 2017 selama 2 (dua) hari  di Ruang Rapat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jl. Tololiu Supt No. 14 Manado.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan kegiatan Pengembangan Rumah Kemasan dan Display Produk IKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengembangan mutu dan desain kemasan produk.

PEMBICARA/NARASUMBER

Pembicara pada kegiatan ini yaitu : 2 (dua) orang dari Akademisi Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado.

P_20170714_115736_vHDR_Auto

Bimbingan Teknis Kerajinan Dari Kelapa di Kota Bitung

Dalam rangka pengembangan Industri Kerajinan di Sulawesi Utara maka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa. Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, sebagai hasil laporan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa sebagai berikut :

Dasar

DPA Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2017.

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14 – 15 Juli 2017 selama 2 (dua) hari  di Penginapan HOB, Kompleks Perum Polres Kota Bitung.

Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengembangan mutu dan desain produk.

PESERTA

Peserta kegiatan ini yaitu berasal dari IKM Kerajinan Kelapa sebanyak 25 orang.

PEMBICARA/NARASUMBER

Pembicara pada kegiatan ini yaitu : 3 (tiga) orang yang berasal dari 1 (satu) orang dari Akademisi UNIMA dan 2 (dua) orang dari pelaku IKM.

dagri 2

Stok Langka, Harga Garam Naik

Akibat pasokan yang terbatas, garam di sejumlah daerah di Indonesia mengalami kelangkaan sejak satu bulan terakhir. Banyak pedagang maupun pembeli kesulitan mendapatkan garam. Kalaupun ada, garam kasar maupun garam halus harganya sudah naik hingga 100%.

Belum diketahui persis apa penyebab kelangkaan garam ini. Namun informasi dari beberapa supplier salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca.

Produksi garam lokal sangat bergantung pada cuaca. Walaupun sudah memasuki musim kemarau tapi di beberapa daerah yang menjadi sentra produksi garam masih turun hujan dan membasahi area tambak garam yang dimiliki petani. Hal ini kemudian berdampak pada gagalnya panen atau panen yang tidak sesuai jadwal yang menyebabkan tidak ada atau berkurangnya pasokan garam.

Menindaklanjuti kelangkaan garam ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Ir. Hanny Wajong, MSi pada hari Selasa (19/7) melakukan pemantauan di beberapa ritel dan pasar tradisional di Kota Manado.

Dari hasil pemantauan diperoleh beberapa informasi terkait harga garam di tingkat pemasok yang mulai mengalami peningkatan dari Rp. 17.500/5kg menjadi Rp. 24.500/5kg. Kemasan 5kg berisi 20 bungkus garam berukuran 250 gram. Sedangkan harga garam kemasan 4kg (berisi 20 bungkus garam berukuran 200 gram) meningkat dari Rp. 15.500/4kg menjadi Rp. 21.500/4kg. Harga eceran di pasar tradisional juga mengalami kenaikan dari Rp. 4.000/kg sekarang ini dijual Rp. 6.000/kg.

Selanjutnya pemantauan dilakukan ke produsen garam PT. Empat Saudara, diperoleh informasi bahwa kebutuhan garam untuk Sulawesi Utara sebesar 500 ton per bulan dimana bahan baku diperoleh dari PT. Garam yang didatangkan dari luar daerah (pulau Jawa). Informasi lain adalah saat ini PT. Empat Saudara sulit mendapatkan bahan baku, jika ada harganya sudah meningkat sekitar 100%, hal tersebut menyebabkan produk garam PT. Empat Saudara mengalami kenaikan harga yang berdampak pada meningkatnya harga jual di tingkat eceran baik di Manado maupun di Kabupaten/Kota lainnya.

Dalam pendistribusiannya produsen menerapkan pembatasan jumlah pembelian dengan tujuan agar distribusi dapat merata. Pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara memintakan kepada produsen agar supaya terus melakukan upaya mendapatkan pasokan bahan baku dari penjual lain sehingga kebutuhan garam di Sulawesi Utara dapat dipenuhi dan tidak mengalami kelangkaan.

dagri1

Kegiatan Pasar Lelang Komoditi Agro Periode ke-5 Tahun 2017

Kegiatan Pasar Lelang Komoditi Agro Periode ke-5 Tahun 2017 dibuka oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Sulut pada hari kamis, 13 Juli 2017 bertempat di hotel Griya Sintesa, peserta yang hadir adalah Pelaku usaha penjual dan pembeli, perbankan, Instansi Pembina UMKM.

Kegiatan pasar lelang dilaksanakan untuk memperpendek mata rantai perdagangan dimana penjual dan pembeli dipertemukan secara langsung dengan mekanisme pembentukan harga yang transparan, sehingga penjual maupun pembeli dapat memperoleh keuntungan yang maksimal.

Pasar lelang periode yang ke-5 di tahun 2017 berhasil membukukan transaksi senilai Rp. 6.302.780.000,-

berikut adalah transaksi yang terjadi di pasar lelang periode yang ke-5.

No

Komoditi

Nilai Transaksi

(Rp)

1

Jagung

6.000.000.000,-

2

Kacang Sangrai

16.780.000,-

3

Arang Tempurung

286.000.000,-

Jumlah Total

6.302.780.000,-

20170712_094909

Rapat Kerja Daerah Dewan Kerajinan Nasional (DEKRANAS) Provinsi Sulawesi Utara

LATAR BELAKANG

DEKRANASDA Sulawesi Utara telah berupaya meningkatkan peranannya dalam menjalankan misi mengembangkan industri kecil kerajinan di Sulawesi Utara agar supaya dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku IKM kerajinan. Dalam upaya meningkatkan mutu dan desain kerajinan Sulawesi Utara sangat diperlukan langkah kebersamaan serta partisipasi aktif instansi lembaga terkait dan stakeholder lainnya. Demi kesinambungan program kegiatan DEKRANASDA baik di Provinsi dan Kabupaten/Kota, perlu adanya suatu keterpaduan program dengan memperhatikan situasi dan kondisi masing-masing daerah.

Guna mengoptimalkan potensi masing-masing Kabupaten/Kota dalam rangka meningkatkan kualitas barang-barang hasil kerajinan, perlu adanya informasi secara berkala dari DEKRANASDA Kabupaten/Kota tentang perkembangan IKM kerajinan masing-masing daerah, sehingga DEKRANASDA secara aktif perlu melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik yang ada di Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam usaha pengembangan IKM kerajinan dimaksud.

Setiap tahun pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara menyusun rencana kerja dan pelaksanaanya melalui tiap kelompok kerja dan usulan Dekranasda Kabupaten/Kota.

Kerajinan sebagai suatu perpaduan antara ketrampilan untuk menciptakan suatu karya dengan nilai keindahan, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu kebudayaan, serta mampu menjadi sumber pendapatan masyarakat. Namun tumbuhnya industri dan seni kerajinan tergantung dari beberapa faktor.

Diantara faktor-faktor yang berpengaruh adanya transformasi yang disebabkan oleh teknologi yang semakin modern, minat dan penghargaan masyarakat terhadap barang kerajinan dan kemampuan para perajin itu sendiri, baik dalam menjaga mutu dan kreativitas maupun dalam peyediaan produk kerajinan secara berkelanjutan.

Dengan disadarinya peranan dan arti penting dari keberadaan “industri” kerajinan sebagai suatu wahana yang mampu menciptakan pemerataan pendapatan, penumbuhan usaha baru serta upaya pelestariaan hasil budaya bangsa, maka celah-celah keberadaannya mulai tersimak dan menggungah tokoh-tokoh masyarakat dari berbagai kalangan utamanya mereka yang erat kaitannya dengan seni kerajinan itu sendiri, seperti para pencipta/peminat barang-barang seni dan kerajinan, tokoh masyarakat dan para seniman serta para ahli yang menggeluti bidang seni serta kerajinan.

Dilandasi kesadaran akan kelangsungan hidup dari kerajinan yang menopang kehidupan berjuta-juta keluarga yang dihadapkan pada kemajuan teknologi industri disatu sisi dan pelestarian nilai budaya bangsa yang harus tercemin dalam produk kerajinan, maka dipandang perlu adanya wadah partisipasi masyarakat bertaraf nasional yang berfungsi membantu juga sebagai mitra pemerintah dalam membina dan mengembangkan kerajinan.

Kerajinan khas daerah dihasilkan oleh para pengrajin industri kecil yang barang kerajinannya menggunakan proses tradisional ataupun gabungan anatara proses modern dan tradisional, yang mempunyai keunggulan komparatif oleh karena seni karya yang spesifik.

Upaya meningkatkan efisensi, produktivitas, dan efektivitas perlu terus ditingkatkan untuk mampu bersaing ditingkat dalam daerah maupun diluar daerah.

Asas, Tujuan, Fungsi dan Keanggotaan serta Hak dan Kewajiban Anggota

  1. Dekranas berasaskan Pancasila dan UUD Tahun 1945
  2. Dekranas Bertujuan untuk :
  • Menggali, melestarikan dan mengembangkan warisan budaya bangsa serta membina penemuan dan penggunaan teknologi baru.
  • Menanamkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya seni kerajinan bagi kehidupan sehari-hari sebagai warga negara Indonesia.
  • Memperhatikan dan memperjuangkan kepentingan perajin dan peminat dengan mendorong semangat kewirausahaan mereka.
  • Memberikan masukan kepada Pemerintah dalam perumusan kebijakan dan program dalam rangka pembinaan dan pengembangan industri kerajinan.
  • Meningkatkan kualitas dan kreativitas perajin dalam rangka meningkatkan pembinaan dan pengembangan industri kerajinan.
  • Mempromosikan produk hasil kerajinan dalam rangka perluasan pangsa pasar di dalam dan luar negeri.
  1. Dekranas berfungsi sebagai wadah bagi :
  • Pembinaan seni kerajinan sebagai warisan budaya bangsa dengan nilai cita rasa dan perwujudkan keanekaragaman entrik yang ada di Tanah air serta memberikan kesempatan berusaha dan sumber pendapatan bagi masyarakat.
  • Pembinaan dan pengembangan anggotanya dalam usaha mewujudkan tujuan organisasi.
  • Peningkatan kontribusi industri kerajinan dalam pembangunan nasional dan daerah serta peningkatan eksport produk kerajinan.
  • Penyaluran aspirasi anggota dan sebagai sarana kominikasi timbal balik antara anggota dengan pemerintah dan lembaga tinggi negara lainnya.
  • Sarana untuk menghimpun potensi dari para pemangku kepentingan, bagi pengembangan produk kerajinan sebagai bagian dari seni dan budaya.
  1. Keanggotaan

Anggota DEKRANAS terdiri dari DEKRANASDA Provinsi, Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia, perorangan dan/atau organisasi yang mempunyai minat dan/atau kegiatan dibidang seni kerajinan.

2. Hak dan kewajiban anggota

Hak anggota :

  • Mengemukakan pendapat secara lisan dan tulisan.
  • Mendapatkan informasi, advokasi dan konsultasi di bidang pengembangan seni kerajinan.

Kewajiban anggota :

  • Memelihara nama baik organisasi
  • Menaati AD dan ART
  • Menaati kebijakan dan program
  • Menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan organisasi
  • Mengupayakan, memelihara dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan sesama anggota dan pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi organisasi.

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus DEKRANAS Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota

  1. Pengurus DEKRANAS
  • Pengurus DEKRANAS ditetapkan dengan keputusan bersama menteri terkait, yang terdiri atas menteri perindustrian, menteri perdagangan, menteri dalam negeri, menteri pariwisata, menteri koperasi dan usaha kecil dan menegah dan menteri badan usaha milik negara.
  • Pengurus DEKRANAS dikukuhkan dalam MUNAS DEKRANAS
  • Pengurus DEKRANAS dilantik oleh Ketua Umum DEKRANAS
  • Pengurus DEKRANAS bertanggungjawab kepada Musyawarah Nasional DEKRANAS.

2. Pengurus DEKRANASDA Provinsi

  • Ketua dan pengurus DEKRANASDA Provinsi ditetapkan dengan keputusan ketua umum DEKRANAS.
  • Pengurus DEKRANASDA Provinsi dikukuhkan dalam MUSDA DEKRANASDA Provinsi yang bersangkutan.
  • Ketua umum DEKRANAS dapat mendelegasikan kepada ketua

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan yang ingin dicapai dalam Raker ini yaitu

  1. Agar peserta lebih memahami pengelolaan Dekranasda sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga (AD ART) DEKRANAS.
  2. Agar diperoleh pendalaman tentang pelaksanaan program kerja Dekranasda Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka melakukan pembinaan kepada pelaku usaha industri kerajinan
  3. Agar peserta Rapat Kerja Daerah dapat membagi informasi dan pengalaman untuk mengatasi masalah dan kesulitan dalam melaksanakan program kegiatan di Provinsi maupun Kabupaten/Kota.
  4. Rapat Kerja ini juga dapat merumuskan program kerja DEKRANASDA Provinsi Sulawesi Utara.

SASARAN

Sasaran yang ingin dicapai pada Rapat Kerja Daerah ini antara lain :

  1. Tercapainya kesepahaman tentang harmonisasi/sinkronisasi dan sinergi program/kegiatan Tahun 2018 dalam pembinaan dan pengembangan industri kerajinan di Sulawesi Utara
  2. Terwujudnya kesamaan pandang terhadap berbagai permasalahan dan tantangan pembangunan industri kerajinan di Kabupaten/Kota se Sulawesi Utara.
  3. Meningkatkan performance pelaku usaha industri kerajinan melalui pendekatan kompetensi produk se Sulawesi Utara.

WAKTU DAN TEMPAT

 Rapat Kerja Dekranasda Provinsi dilaksanakan pada tanggal 11 s/d 12 Juli 2017 bertempat di Hotel Aryaduta Manado.

PESERTA

 Peserta Rapat Kerja terdiri dari Pengurus Dekranasda Provinsi Sulawesi Utara dan Pengurus Dekranasda Kabupaten/Kota.

NARASUMBER

 Narasumber pada Rakerda ini yaitu Sekretaris Jenderal DEKRANAS Pusat dan pengurus DEKRANASDA Provinsi Sulawesi Utara serta pelaku IKM kerajinan yang telah berhasil.

PENDANAAN

Bersumber dari Dana APBD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2017.

bimtek 1

Bimbingan Teknis Kerajinan Dari Kelapa

Dalam rangka pengembangan Industri Kerajinan di Sulawesi Utara maka, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (DEKRANASDA) Provinsi Sulawesi Utara akan melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa. Acara ini dibuka oleh Ibu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, sebagai hasil laporan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa sebagai berikut :

Dasar :

DPA Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2017.

 

Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 07 – 08 Juli 2017 selama 3 (tiga) hari  di Hotel Ibis, Jl. Piere Tendean Manado.

 

Maksud dan Tujuan

Maksud dan Tujuan kegiatan Bimbingan Teknis Kerajinan dari Kelapa adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengembangan mutu dan desain produk.

 

PESERTA

Peserta kegiatan ini yaitu berasal dari IKM Kerajinan Kelapa sebanyak 25 orang.

 

PEMBICARA/NARASUMBER

Pembicara pada kegiatan ini yaitu : 3 (tiga) orang yang berasal dari 1 (satu) orang dari Akademisi dan 2 (dua) orang dari pelaku IKM.

pdn 1

Rendahnya Pasokan Mendongkrak Harga Tomat Melambung

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara melakukan pemantauan dan pengawasan di Pasar Bersehati Manado, Rabu (5/7). Disamping dilakukan secara rutin kami juga melakukan pengecekan di tingkat pemasok, tujuannya adalah untuk menjaga kestabilan harga, distribusi barang serta stok yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dari hasil pemantauan diperoleh beberapa informasi terkait harga tomat yang mengalami peningkatan signifikan dengan harga di tingkat eceran Rp.30.000 – 35.000/kg. Ini merupakan harga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, tidak ada pasokan dari luar daerah seperti dari Sulawesi Tengah karena harga di daerah tersebut juga cukup tinggi sehingga kurangnya pasokan tomat dan berdampak pada kenaikan harga di pasaran.

Bawang putih didatangkan dari Surabaya dengan harga Rp.24.000 – 26.000/kg di tingkat pemasok sedangkan di tingkat eceran dijual Rp.38.000 – 40.000/kg. Margin tersebut termasuk biaya tenaga kerja untuk membersihkan tangkai dan kulit bagian luar. Bawang merah di Sulawesi Utara biasanya disupply dari Enrekang, Bima dan Brebes, sementara untuk yang dipasarkan saat ini berasal dari Bima dengan harga di tingkat pemasok Rp.27.000 – 37.000/kg. Di tingkat pedagang eceran Rp.38.000 – 42.000/kg. Cabe merah disupply dari beberapa daerah seperti Gorontalo, Makassar, Surabaya dan lokal dengan harga Rp. 38.000 – 56.000/kg di tingkat pemasok dan Rp.50.000 – 70.000/kg pada tingkat eceran. Perbedaan harga ini sesuai dengan kualitas barang.

Kami akan melakukan pengawasan terus agar pasokan dan harga barang pokok dapat terkendali, oleh Marten Sirappa, SE, Kasi. Bina Pasar dan Distribusi.