Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Kerajinan Limbah Turunan Kelapa

Sebagai salah satu Daerah dengan Industri Unggulan yang bergerak pada pengolahan Kelapa di Indonesia, pemerintah provinsi Sulawesi Utara terus mengupayakan pengembangan pemanfaatan kelapa di daerah. Melalui program OD-SK yang juga bertujuan untuk memberdayakan ekonomi masyarakat, maka dilaksanakan Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Kerajinan Limbah Turunan Kelapa di Manado. Diharapkan kegiatan ini akan memunculkan wirausaha baru yang memanfaatkan limbah kelapa di sekitar lingkungan pemukiman untuk memiliki nilai ekonomis dan dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Gereja Sion Teling Sentrum, tanggal 17-19 Juli 2019.

Kegiatan Edukasi Konsumen Cerdas Tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya”

Kehadiran Pemerintah ditengah masyarakat terus menerus dilakukan melalui Program ODSK. Pemprov Sulut melaksanakan edukasi konsumen cerdas, yang dilakukan dalam bentuk talkshow. Menghadirkan Narasumber dari BPOM, Disperindag Prov Sulut dan Kota Tomohon. Bertempat di Pusat Perbelanjaan Multi Mart Tomohon, diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait hak dan kewajiban sebagai konsumen. Dengan mengusung tema “Saatnya Konsumen Indonesia Berdaya”. Kegiatan Edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 17 Juli 2019 di Kota Tomohon dan akan dilaksanakan dibeberapa tempat.

Kegiatan Pasar Lelang Komoditi Agro yang ke 3

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi  Sulawesi Utara melaksanakan Pasar Lelang Komoditi Agro yang ke tiga pada tanggal  13 juni 2019 dengan maksud untuk mempertemukan penjual dan pembeli dalam satu ruangan sehingga mempermudah untuk melakukan transaksi, tujuan untuk pelaksanaan Pasar Lelang tersebut adalah Memperpendek mata rantai jalur pemasaran, Terciptanya transparansi mekanisme pembentukan harga komoditi, Meningkatkan posisi rebut tawar petani, Mendorong peningkatan mutu dan produksi dan Meningkatkan pendapatan petani.
Kegiatan Pasar Lelang dihadiri oleh 60 orang  terdiri  dari 30 orang penjual, 19 orang pembeli (eksportir, pedagang antar pulau, pedagang lokal dan pasar swalayan), serta 11 orang dari instansi terkait (Kabupaten/Provinsi) termasuk pihak perbankan.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut  menghasilkan transaksi sebesar 3.525.460.000, Transaksi tersebut di dominasi oleh komoditi jagung dengan nilai 2.250.000.000 kemudian di ikuti oleh komoditi kelapa biji dengan nilai transaksi 1.250.000.000 dan ada juga produk seperti kripik pisang yang menghasilkan transaksi 13.840.000, kripik ubi 5.620.000 dan kacang sangrai 6.000.000, dengan harapan komoditi-komoditi yang belum bertransaksi akan tetap difasilitasi dengan pembeli pasar swalayan maupun pembeli dari luar.

Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Kerajinan Berbahan Baku Limbah

Bimbingan Teknis Wirausaha Baru Industri Kerajinan Berbahan Baku Limbah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan pada tanggal 22 – 24 April 2019 bertempat di Golden Lake Resort Manado.

Dalam kegiatan ini para peserta berikan pelatihan cara memanfaatkan limbah dari Tongkol/Batang Jagung sehingga dapat dibuat menjadi produk kerajinan yang indah dan mempunyai nilai jual.

Bimbingan Teknis Pengembangan Produk Kerajinan Bahan Baku Limbah Bagi Wirausaha Baru IKM Kabupaten Minahasa Utara

Bimbingan Teknis Pengembangan Produk Kerajinan Bahan Baku Limbah Bagi Wirausaha Baru IKM Kabupaten Minahasa Utara yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara pada tanggal 15-16 April 2019 bertempat di Hotel Ibis Manado.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dalam memanfaatkan limbah kayu untuk digunakan sebagai bahan dasar dari kerajinan, sehingga mempunyai nilai jual. Kegiatan ini diikuti oleh peserta WUB dari Minahasa Utara.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan bagi Wirausaha Baru IKM

Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Teknis Pengolahan Ikan bagi Wirausaha Baru IKM di Kota Manado oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dilaksanakan pada tanggal 25-26 Maret 2019, bertempat di Hotel Aryaduta Manado, dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Ibu Ir. Jenny Karouw, M.Si dan Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan Industri Kecil Menengah Bpk. Alwy Pontoh, SE, M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh 25 wirausaha baru IKM yang bergerak di bidang pengolahan ikan.

Pada Kegiatan ini mengangkat topik “Peningkatan Efektivitas dan Pengembangan bagi Industri Kecil Menengah Pengolahan Ikan” oleh Dr. Joshian Nicolas W. Schaduw, S.IK, M.Si sebagai pembawa materi, yang merupakan dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado.

Kemudian Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pengolahan ikan, yaitu pembuatan Nugget Ikan yang dibawakan oleh Ibu Sarce Kasim, dari UD. Sederhana Tiga, menarik perhatian para peserta kegiatan yang secara antusias menulis resep dan turut mengambil bagian dalam praktik pembuatan Nugget Ikan tersebut.
Pada hari Selasa, 26 Maret 2019, kegiatan dimulai dengan praktik pembuatan kerupuk ikan, dengan ibu Lisbet Tatuhas sebagai pembicara, yang merupakan owner Delima. Peserta kegiatan kembali bekerja sama memperhatikan dan membantu pembuatan kerupuk ikan tersebut, sehingga hasilnya pun dinikmati bersama-sama.
Menutup kegiatan Bimbingan Teknis ini, Kepala Bidang FPIKM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Sulawesi Utara, Bpk. Alwy Pontoh, S.E., M.Si membawa materi bimbingan terakhir dengan mengangkat topik tentang “Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wirausaha Baru IKM”, dengan harapan kegiatan ini akan membawa hasil yang baik untuk meningkatkan performa serta jumlah wirausaha baru dalam bidang pengolahan ikan, yang adalah salah satu sumber daya terbaik di Provinsi Sulawesi Utara.

Kegiatan Penggalangan Pengusaha Indonesia (dialog/temu bisnis) dalam rangka kegiatan Indonesia – Latin America & Caribbean Business Forum (Ina Latamcar Business Forum) Tahun 2019

Acara Temu Bisnis Pengusaha Sulawesi Utara dan Instansi terkait dalam rangka penggalangan pelaku usaha untuk mengikuti pertemuan Indonesia-Latin America and Caribbean Business forum 2019 yang akan diselnggarakan pada bulan oktober 2019 di jakarta.

Acara diselenggarakan oleh Ditjen Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Disperindag Sulut, Acara dibuka oleh ibu Ratu Silvy Gayatri, Plt dirjen amerika dan eropa, juga dihadiri oleh ibu Emery Siregar Dubes Indonesia di Ceko, dan Pertemuan ini dihadiri oleh pelaku usaha orientasi ke negara-negara Amerika Latin dan Karibia.

Peluang Ekspor ke Negara-Negara Non Tradisional memang menjadi salah satu langkah strategis dlm mencari pangsa pasar ekspor baru bagi komoditas ekspor Sulut. Upaya ini dilakukan dalam mendukung program Pemerintah dalam peningkatan kinerja ekspor, Apalagi pemerintah telah menetapkan target ekspor Nasional sebesar 7,5% sehingga memerlukan kerjasama yg kuat antar pelaku usaha dan pemerintah.

Pengembangan IKM Kelapa Terpadu di Kabupaten Minahasa Selatan

Kabupaten Minahasa Selatan menjadi satu tempat berpotensi yang dipilih untuk pelaksanaan “Program Pengembangan IKM Kelapa Terpadu”. Acara ini dibuka oleh Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin, Ibu Gati Wibawaningsih. Selama kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan peralatan pembuatan minyak kelapa, pembuatan arang tempurung. Untuk kualitas ekspor dan peralatan untuk pembuatan mesin TTG. Dengan kegiatan ini diharapkan Industri pengolahan Kelapa yang ada di Sulawesi Utara mampu memperkuat daya saing dan struktur industri nasional sekaligus menumbuhkan populasi industri melalui bimbingan teknis dan pendampingan serta pemberian fasilitasi mesin peralatan.

Kinerja Meningkat, Realisasi Ekspor Sulawesi Utara Capai US$ 973.966.000

Tahun 2018 menunjukan trend positif bagi kinerja ekspor sulut. Data BPS mencatat  nilai ekspor sulut mencapai angka US$ 973.966.000,- atau naik 0.13% dibanding tahun 2017  yang sebesar US$ 972.700.000,- . Kenaikan ini di picu dengan bertambahnya jenis produk yang diekspor dan rutin dilakukan setiap bulan. Komoditi tersebut antara lain Lobster dan Kepiting Air Tawar.  Kedua produk tersebut diekspor ke 2 (dua) Kota di China yaitu Guangzhou dan Changsa. Komoditi Sulawesi Utara yang akhirnya diekspor lagi setelah vakum beberapa tahun yaitu vanili yang diekspor ke Polandia dan Jerman dngan nilai sebesar US$ 104.95 ribu atau mencapai Rp. 1.5 Miliar.

Ada juga bungkil kopra yang mengalami kenaikan permintaan dari India sebesar 40% dibanding tahun lalu sehingga mencapai nilai US$ 12.000.000,-. Produk Sulawesi utara juga berhasil menembus pasar non tradisional seperti Senegal, Afrika Selatan, Lithuania dan beberapa Negara di Kawasan Timur Tengah.

Kegiatan Rapat Koordinasi Disperindag Daerah Prov. Sulut dengan Disperindag Kab/Kota Se SULUT

Kegiatan Rapat Koordinasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kab/Kota se Sulawesi Utara dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Prov. Sulut Ir. Jenny Karouw M.Si. Rapat dihadiri oleh seluruh dinas dari Kabupaten/Kota yang membidangi Perdagangan dan Perindustrian. Antara Lain yang dihadiri langsung oleh kepala dinas yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tomohon Ruddie A. Lengkong, SSTP; Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara Drs. Benny Mengko; Kepala Dinas Perindustrian Kabupaten Minahasa Utara dr. Harly Th. Sompotan, M.Kes; Kepala DInas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kepulauan Sangihe F. P. Gay Laera; serta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Ibis Manado, Selasa 30 Oktober 2018.

Pelaksanaan rapat koordinasi ini dalam rangka Memastikan Ketersediaan barang pokok dan juga untuk pengendalian harga. Dalam rapat ini juga ditegaskan untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap barang yang layak dikonsumsi dan digunakan masyarakat, memberikan perhatian khusus tehadap industri kecil dalam penggunaan barang pengawet yang tidak direkomendasikan dan menegaskan sistem pelaporan ke pemerintah pusat.

Dalam kegiatan ini juga dihadirkan sebagai pembicara Staf ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Drs. Marhaen Royke Tumiwa, M.Pd , beliau menegaskan tentang sinergitas dalam melaksanakan koordinasi yaitu untuk saling mengkomunikasikan berbagai persoalan-persoalan yang dihadapi di masing-masing kabupaten/kota guna mencapai tujuan yaitu untuk kesejateraan masyarakat pada umumnya. Dengan Knowing Your Self, Knowing Your Group, Knowing Your Rule maka akan tercipta sinergitas dalam bekerja.